Sharing seputar dunia jahit menjahit (pertanyaan pembaca) 2

Untuk artikel pertanyaan pembaca 1 silahkan klik di sini.

—————-

1. Sejak kapan mulai menjalankan bisnis jahit secara online?

Jawab:

Sejak 3 tahun lalu

Kalau jadi penjahit/mulai terima order jahit sih sdh sekitar 5 tahun lalu, kalau online baru 2 tahunan (tepatnya 2 tahun 3 bulan)

2. Apa alasannya? (kok kepikir sih untuk berbisnis jahit online)

Jawab:

-  pengguna internet di Indonesia yang cukup besar , pasarnya sangat potensial

-  untuk menjangkau pasar yang lebih luas, jadi bukan hanya pelanggan dari wilayah terdekat (Graha Raya Bintaro) saja yg bisa dilayani, tapi juga bisa melayani pelanggan dari luar daerah se Indonesia, bahkan dari luar negeri

- bisa dikerjakan dari rumah, tidak perlu sewa tempat strategis di pinggir jalan, sehingga modal yang dikeluarkan lebih kecil

- pemain masih sedikit, krn kalau diperhatikan hampir semua toko online busana yang ada hanya sekedar penjual, bukan penjahit atau produsen, seandainya produsenpun, mereka hanya mencari reseller (grosir) tidak melayani pembeli retail apalagi yang personal.

3. Apa saja yang menjadi pertimbangan Ibu saat kali pertama berbisnis?

Jawab:

- Pertimbangan pertama adalah keluarga. Saya ingin membantu perekonomian keluarga, dan suami juga ingin saya menjadi wanita yang mandiri yang kuat dan siap seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan menimpa sang kepala keluarga. Namun demikian saya juga tidak mau meninggalkan anak-anak saya, oleh karena itulah daripada bekerja untuk orang lain saya lebih memilih untuk mebuka usaha sendiri yang bisa dikerjakan dirumah tanpa meninggalkan anak-anak dan lebih fleksibel waktunya.

- Pertimbangan kedua adalah keahlian dan minat. Berhubung saya memiliki hobi dan sedikit keahlian tentang jahit, maka saya memilih bisnis ini sesuai dengan keahlian dan hobi tersebut.

- Petimbangan ketiga adalah modal, berhubung modal yang saya punya kecil, maka saya memilih untuk berbisnis secara online melalui internet, karena lebih murah (tidak perlu menyewa tempat) dan bisa dilakukan dirumah.

4. Hambatan apa saja yang sering dihadapi?

Jawab:

- Perbedaan ukuran badan, meskipun RJH sudah memberikan cara panduan mengukur badan sendiri  atau mengukur dari baju jadi, kadang-kadang baju jahitan masih kurang pas dimata pelanggan. Untuk masalah ini kami memberikan solusi dengan cara di kirim balik untuk di resize sampai ukuran baju benar-benar sesuai (gratis).Pelanggan juga bisa mengirimkan baju contoh yang ukurannya dianggap paling pas oleh costumer.

- SDM, saat ini saya masih kesulitan untuk mencari asisten yang selain paham dengan masalah jahitan juga harus paham soal IT/internet. Sehingga tingkat ketergantungan terhadap saya masih tinggi, untuk pelanggan yang datang langsung (offline) hal ini tidak terjadi, karena SDM yang ada sudah bisa diandalkan.

- Pembayaran, karena transaksi tdk terjadi secara langsung (online – transfer bank), jadi setelah ada konfirmasi pembayaran dari pelanggan, RJH baru bisa mengirim barang yang dipesan, ada kalanya pelanggan tidak langsung mengkonfirmasi setelah melakukan transfer, baik nama bank, nama pengirim/yang transfer ataupun jumlah nominal yang ditranfer, sehingga pengiriman menjadi tertunda ( tidak terjadi untuk pelanggan yang datang langsung)

5. Strategi apa saja yang Ibu terapkan demi kesuksesan bisnis online Ibu?

Jawab:

Untuk strategi yang saya terapkan, semua mengacu pada prinsip customer life cycle yang digunakan oleh RJH, yaitu : Know, Like, Trust, Buy, Repeat, Refer intinya adalah bagaimana calon pelanggan bisa mengenal RJH, menyukai RJH, mempercayai RJH, kemudian menjahitkan di RJH, menjahitkan lagi karena puas kemudian mereferensikan ke orang lain tentang RJH.

Strategi:

- membuat blog yang selalu di update, seputar dunia jahitan. Dengan blog ini, RJH mencoba  sharing tentang usaha maupun teknik jahitan yang baik, tidak ada yang disembunyikan atau dirahasiakan sehingga calon pelanggan bisa lebih mengenal (Know), menyukai (Like) dan percaya (Trust) kepada RJH.

- membuat fan page facebook untuk saluran diskusi (komunikasi dua arah) dengan calon pelanggan maupun pelanggan eksisting, sehingga bisa lebih dekat dengan pelanggan

- buat sistem atau kebijakan yang menguntungkan pelanggan (bukan hanya untuk kemudahan RJH saja), misal : bisa retur atau vermak baju gratis, tidak ada minimal order, bisa membantu mencarikan bahan atau aksesoris tambahan dll.

- memberikan bonus atau hadiah untuk pelanggan loyal, dan membuat event berhadiah seperti kontes photo sarimbit keluarga dll

- selalu menginformasikan kepada pelanggan status jahitan dan mengirimkan photo baju sebelum dikirim

- menggunakan teknik SEO (online dan offline) supaya website RJH bisa muncul diurutan teratas mesin pencari serpti google dan yahoo.

6. Tips untuk meraih kesuksesan berbisnis jahit online

Jawab :

-Berikan standar kualitas terbaik dan pertahankan/konsisten terhadap komitmen mengenai kualitas tsb

- selalu update perkembangan kondisi pasar usaha jahitan dan tren busana terbaru, baik secara online maupun offline

- ngeblog ! tunjukkan bahwa anda memang benar-benar bisa menjahit atau paham dengan dunia jahitan dengan menulis artikel seputar jahitan, ingat ! jangan copy paste artikel orang lain, mungkin menurut pakar marketing ini disebut personal branding (i-brand)

- berikanlah jaminan vermak/revisi jahitan (gratis), karena masalah yang sering terjadi dengan online adalah ukuran yang kurang pas

- bisnis online, bukan berarti kita bersembunyi dibelakang computer/laptop, kita harus lebih mengenal profile pelanggan, karena masing-masing orang memiliki “kepribadian” yang berbeda, satu model atau motif baju belum tentu cocok satu sama lain. Intinya kenalilah pelanggan anda

- bangun “loyalitas” pelanggan anda, bisa dengan memberikan diskon atau hadiah-hadiah yang tidak terduga oleh mereka

- gunakan teknik SEO untuk website, sebagus apapun jahitan kita,kalau tidak ada yang tahu keberadaan kita, percuma saja.

- response setiap pertanyaan atau orderan pelanggan dengan cepat, sopan dan jelas

7. Boleh tahu modal awalnya berapa?

Jawab:

modal awal usaha jahit : 1 mesin jahit tradisional (kayuh) yang sudah saya beli tahun 1997 seharga 250.000, 1 mesin obras dinamo kecil (second) yang saya beli tahun 2004 seharga 250.000 dan 1 mesin jahit portable (baru) untuk lobang kancing yang saya beli tahun 2005 seharga 1.900.000

Sedangkan memulai bisnis OL 2 tahun lalu (feb 2009), beli peralatan kamera seharga 5.000.000, seperangkat laptop (second) + modem seharga 3.000.000 dan sewa hosting 300.000



Step by Step daftar merk dagang



Untuk melindungi hak cipta produk, pengusaha/produsen harus mendaftarkan merk dagangnya. Adanya perlindungan merk dagang ini, tidak hanya produsen yang diuntungkan, tapi juga konsumen.

Berikut beberapa tahapan yang harus dilalui pengusaha/produsen dalam mendaftarkan merk dagangnya.

1. MENGAJUKAN PERMOHONAN KE DITJEN HAKI/KANWIL SECARA TERTULIS DALAM BAHASA INDONESIA DENGAN MELAMPIRKAN :

Fotokopi KTP yang dilegalisir. Bagi pemohon yang berasal dari luar negeri sesuai dengan ketentuan undang-undang harus memilih tempat kedudukan di Indonesia, biasanya dipilih pada alamat kuasa hukumnya;

Fotokopi akte pendirian badan hukum yang telah disahkan oleh notaris apabila permohonan diajukan atas nama badan hukum;

Tanda pembayaran biaya permohonan;

Gambar merk yang akan didaftarkan sebanyak 25 helai (ukuran max 9×9 cm, min 2×2 cm). Untuk merk berwarna, sertakan pula fotokopi/gambar berwarna hitam putih;

Surat pernyataan bahwa merk yang dimintakan pendaftaran adalah miliknya;

2. MENGISI FORMULIR PERMOHONAN YANG BERISI:

Tanggal, bulan, dan tahun surat permohonan;

Nama, alamat lengkap, dan kewarganegaraan pemohon;

Nama dan alamat lengkap kuasa apabila permohonan diajukan melalui kuasa;

Membayar biaya permohonan pendaftaran merk;

Bila syarat kedua dan ketiga sudah dipenuhi dan disetujui Ditjen HAKI, pemohon akan memperoleh surat pemberitahuan bahwa persyaratan formalitas sudah dipenuhi.

Ditjen HAKI akan melakukan pemeriksaan lebih rinci akan merk yang didaftarkan. Barang dan jasa yang didaftarkan akan diverifikasi sesuai kelompoknya. Untuk keperluan pendaftaran merk, Indonesia masih berpedoman pada klasifikasi internasional yang membagi barang dan jasa sebanyak 45 kelompok.

Lamanya mengurus pendaftaran merk sekitar sembilan bulan yang dilanjutkan dengan pengumuman ke masyarakat dalam bentuk Berita Resmi Merk (BRM) selama tiga bulan. Apabila dalam tiga bulan tidak ada yang keberatan, pada bulan ke-4, Ditjen HAKI akan mengeluarkan sertifikat merk. Namun, jika ada yang keberatan atas BRM tersebut, maka dibutuhkan beberapa bulan untuk keperluan peradilan. Selama proses peradilan hingga keluarnya sertifikat merk dari Ditjen HAKI, pemohon tidak berhak menggunakan merk tersebut untuk keperluan bisnis.

sumber : Majalah Duit


rumahjahithaifa di majalah Duit

Alhamdullilah, rumahjahithaifa.com diliput oleh Majalah Duit untuk edisi bulan Agustus 2011, ada dihalaman 37 lengkapnya :)

Dan liputan ini adalah edisi perdana buat RJH tampil 1 halaman penuh :) soalnya, pernah muncul juga sih di sebuah majalah dan tabloid, cuma kebagian insert aja :)

Terimakasih untuk Mas Aldy dari Majalah Duit untuk kesempatan yang sangat berharga ini, semoga sukses selalu untuk Majalah Duit dan awaknya :)

rumahjahithaifa di majalah duit 150x150 rumahjahithaifa di majalah Duit

klik gambar untuk memperbesar

*btw kalo liat judul cover majalahnya, berat banget uey :) omset Milyaran…..hmm anggap aja itu doa buat kira semua :) .. aamiin….




« Halaman SebelumnyaHalaman Selanjutnya »