soal vermak, ini bukan menolak rejeki
Kemarin2 RJH banyak nerima permintaan untuk vermak baju, cuma kebanyakan order tersebut kami tolak :)
hmm…. menolak rejeki ?? tentu tidak…siapalah kami hingga begitu sombong menolak rejeki yang datang ?
Untuk tau alasan mengapa kebanyakan order tersebut kami tolak, yukkk simak penjelasan kami berikut ini ya…
Pasti sudah tau kan kalau dari awal bulan kemarin status kami adalah “TUTUP” order jahitan, karena sudah full booked :) …. tapi sebelumnya, yuk bayangkan, persepsi banyak orang soal “VERMAK” itu sendiri ;
- vermak itu kerjaan gampang tinggal potong terus jahit lagi [misal mendekin celana levis].
- vermak itu kerjaan cepet, sama seperti diatas, tinggal potong, jahit, beres !
- vermak itu kerjaan murah, kan cuma “Vermak” :)
Yaa..kalau cuma vermak seperti yang diatas sih, masih bisa kami kerjakan, meskipun jadwal pengerjaannya tetap akan kami kerjakan setelah order jahitan customer didepannya selesai [meskipun cuma vermak] :) soalnya jadwal kami sedang padat nih :)
Tapiii… permintaan vermak ke RJH itu bukan seperti yang diatas (potong-mendekin) [ya iyalah...kalau cuma vermak spt itu kenapa juga harus ke RJH, kan dideket-deket rumahnya pasti ada]. Vermak di sini kebanyakan itu me-remodel, re-size semua bagian atau ganti/pasang furing.
Nah, seperti yang ditulis diatas, persepsi banyak orang tentang “vermak” seperti itu….kerjanya cepet dan murah ! ..”kan cuma vermak mba“…..”bajunya kan sudah jadi mba“…. “kan tinggal ngurangi ukurannya mba“…… dll dll dll
Padahal, kalau kami disuruh milih, lebih baik kami menjahit baju dari baru saja karena, waktunya lebih efektif, tidak beresiko ngerusak kain/baju karena proses pendedelan, alur jahitan/kuncian jahitan sendiri lebih tau jika sewaktu-waktu mau di re-size di kemudian hari.
Jadi bu, mba, sist, jeng…. mengubah model baju yang sudah jadi itu tidak lebih mudah dari membuat baju baru….butuh waktu dan kehati-hatian lebih sewaktu mendedel jahitan.. (faktanya beberapa bahan seratnya akan gampang rusak jika di dedel setelah dijahit), kebayangkan baju mahal yang dibelikan di luar negeri [tapi kebesaran], terus setelah di “vermak” masih nggak sesuai seperti yang diinginkan, dan RJH malah dituntut : “Pokoknya saya mau baju yang seperti semula mba ! Belinya di Afghanistan !!” Wow !! kebayang kan…… makanya lebih baik kami menolak order tersebut :) dan menyarankan untuk membuat baru saja dengan model yang sama :) [tapi bahan belum tentu bisa sama, dan yang jelas di baju itu nanti tidak akan ada label made In Afghanisatan, yang ada made in RJH].
Namun demikian….untuk order vermak sendiri, masih kami terima kok….ini berlaku khusus untuk customer tercinta kami :) apalalagi yang bajunya dijahitkan di RJH :) free of charge biasanya sih :) ….
Nah, kebayangkan sekarang….jadi “vermak” itu tidak sekedar “vermak” :) … banyak pertimbangannya….tidak semudah, secepat dan semurah yang dibayangkan :) … malah lebih baik untuk membuat baju baru saja….semua tergantung anda…. wani piro ?? :) berani nanggung resikonya ?? :) …. jujur saja, kami belajar dari pengalaman, dan berdasarkan pengalaman tadi, dengan terpaksa kami menolaknya…. (masa utk order vermak saja harus dibuat surat perjanjian di depan notaris supaya kalau ada apa-apa kami tidak dituntut ??) lebih baik waktu, tenaga dan pikiran kami curahkan untuk yang lainnya kan.
Ada pengalaman sendiri bun soal “vermak” ini, boleh di share dong :)







Bagi yang sudah gabung dengan 

