spul-benangKali ini ada pertanyaan dari pembaca blog RJH, yaitu ibu Nita dari Riau.

Singkatnya pertanyaan dari Ibu Nita adalah sbb :

……..

Saya terinspirasi dari Rumah Jahit Haifa, jadi saya ingin punya rumah produksi sendiri yg punya gallery seperti haifa.

Tapi sebelumnya ada beberapa pertanyaan yg ingin saya tanyakan ke mbak, mudah2-an bersedia dijawab.
1. Crew dirumah jahit haifa itu apa saja ?
2. Sistem pembayaran para crew bagaimana ? Di bayar perbulankah atau perhari atau bagaimana ?
3. Kisaran pembayaran tiap bagian crew kira2 berapa ya?



………..

Sepertinya 3 pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan bagi anda yang akan memulai usaha ini atau ingin memiliki label busana sendiri.
Saya akan coba jawab sesuai kapasitas saya, bagi anda yang memiliki jawaban atau ingin bertukar pengalaman silahkan shared di kolom komentar dibawah artikel ini ya 🙂
1. Crew dirumah jahit haifa itu apa saja ? ada bagian pola-potong, bagian jahit dan bagian finishing+qc, mereka adalah bagian produksi, karena selain bagian produksi di haifa ada juga bagian Customer Service online maupun toko offline, dan tentu saja ada fungsi desain dan marketing termasuk bagian untuk melakukan pemotoan dan editing.
Apakah perlu semua bagian itu ? jawabannya tidak, tergantung dari kemampuan kita, yang paling dasar adalah krew bagian produksi yaitu pattermaker/cutting dan sewer. Fungsi lain bisa kita kerjakan sendiri dulu jika belum sanggup untuk menggaji krew tersebut.
 2. Sistem penggajian untuk krew selain bagian produksi adalah bulanan. Sedangkan untuk krew produksi dibayar perpotong dibayar mingguan sedangkan tunjangan kehadiran dan target dibayarkan bulanan.
3. Upah bagian pola-potong tentu lebih besar darpada bagian jahit. Untuk setiap model baju tentu upahnya berbeda-beda, model bajunya mudah atau sulit ? berfuring atau tidak berfuring ? dan detil/aksen lainnya akan mempengaruhi upah perpotongnya. Jangan sampai sebuah mode baju yang sangat sulit ongkosnya disamakan dengan model yang mudah, tentu tidak adil.
Berapa besar upahnya ? Banyak hal yang menjadi pertimbangan untuk menentukan upah per potong, antara lain domisili usaha (jakarta dan bandung beda tarifnya), terus segment pasar yang dituju, apakah mereka peduli dengan kualitas produk atau yang penting harganya murah tidak peduli dengan kualitas jahitan? Ini akan menentukan speks penjahit yang akan kita rekrut dan hal -hal lainnya….
Yang pasti untuk krew yang dituntut menghasilkan produk yang berkualitas berbanding lurus dengan upah yang harus dikeluarkan begitu sebaliknya kalau kita hanya mau mengupah serendah mungkin, bersiaplah untuk mendapat output yang rendah pula.

Tags: , , ,

3 comments

  1. agus yunus
  2. azizah

Trackback e pingback

No trackback or pingback available for this article

Leave a Reply

  • https://t.co/eS003feaDg

  • https://t.co/EB5NuXimgt

  • https://t.co/jtxQfaJVv9

  • https://t.co/8Z0LXvjMRk

  • https://t.co/tZ7DbbSSpD

  • https://t.co/tw5KOj5xlF

  • https://t.co/1Q9SsFj8Qf

  • https://t.co/Lc4ha9ShsB

  • https://t.co/tZ9Tg0Eazl

  • kalau di Haifa, minimal bahan yang dibutuhkan untuk membuat gamis A-line adalah 2.5 m x 1.5 m, kenapa ?? klik... https://t.co/iyO1GuH0ea

  • https://t.co/M2o3NqpZaP https://t.co/rXJEMJtnAn

  • https://t.co/s5X6aGeOLV

  • sudah 8 tahun berlalu.... ini lah mesin jahit awal rjh menerima order jahitan ^_^ Yamazaki... sudah 8 tahun... https://t.co/4s5QO9oMoM

  • https://t.co/qqxLDL9BdX

  • https://t.co/Tzi6JGuESl

  • https://t.co/AqmkLpTxeU

  • https://t.co/Dl0GmXORua

  • https://t.co/RJQ3QkpT1a

  • https://t.co/aME1fJVt1o

  • https://t.co/AvXulqTYV8