habitMungkin sudah banyak yang tau ya, kalau salah satu pekerjaan yang paling tinggi turnovernya adalah krew jahit, dan ini kami alami sendiri di RJH ­čÖé

Dengan beragam alasan maupun banyak hal tentunya. Percaya deh, “beragam alasan” artinya bener-bener bisa diluar “dugaan” kita loh :), beda orang beda pula alasannya…

Lalu apa hubunganya soal tingkat turnover penjahit yang tinggi dengan judul artikel ini yaitu kualitas ? apakah tuntutan akan  kualitas itu juga salah satu penyebab turnover penjahit terjadi ?

Bisa juga, meskipun jumlahnya┬átidak sebesar alasan yang lain, tapi iyes.., bahkan bagi saya sendiri, soal “kualitas” ini bisa bikin “frustasi” ­čÖé … baju yang sudah selesai dan dikirimkan dari bagian produksi, setelah di lakukan QC harus dikembalikan┬áke bagian produksi (“minor” alias “kurang dikit” saja dari standar), untuk kemudian dilakukan perbaikan lagi oleh penjahitnya… padahal harusnya baju-baju tsb sudah bisa di”putar”, kami tinggal fokus di marketing dll, karena masalah kualiatas tsb, jadilah tertunda lagi…. kebayangkan bagaimana “frustasinya” para krew jahit tsb, harus memperbaiki (jika bisa diperbaiki) padahal waktunya bisa digunakan untuk menjahit baju yang lain (otomatis pendapatan akan berkurang jika dihitung satuan)… dan paling gak enak kepada customer kami, karena janji untuk “mendeliver” bisa tertunda.



Awalnya memang bikin frustasi, tapi kalau direnungkan kembali, flashback kembali ke awal dulu memulai RJH, memang inilah pilihan untuk kemudian menjadi komitmen di RJH. Untuk krew baru, di awal-awal gabung pasti akan mengalami beberapa kali perbaikan, bukan perbaikan besar sih, hanya minor saja, biasanya ini terjadi karena perbedaan sistem/cara jahit saja, secara di awal kami merekrut penjahit memang hanya untuk yang memiliki keahlian jahit halus, butik atau tailor. Pada dasarnya krew baru sudah memiliki skill jahit halus, hanya tinggal sedikit “menyetel” dengan standar di RJH.

Nah, krew yang telah terbiasa dengan jahitan halus, otomatis hasil jahitan mereka ya akan seperti itu, kalau diminta untuk menurunkan kualitas jahitannya alias jahit kasar (misal ada yang minta jahit borongan) mereka sendiri yang akan menolak, karena mereka terbiasa menjahit halus dan ya memang tangganya seolah sudah “nyetel” dengan standar itu. Ini yang terjadi di RJH ya, mungkin saja ada yang bisa downgrade kualitas sesuai pesanan diluar sana ­čÖé

quality-2Balik lagi ke judul artikel ini yaitu :┬á“Quality is not act. It is a habit.” Habit ! sesuatu yang kami harapkan. Menjaga kualitas produk adalah sebuah kebiasaan, sudah mengalir didalam darah, Quality bukan lagi hanya menjadi kata-kata mutiara, slogan atau sebuah nama departemen (QC), Kualitas itu sudah menjadi hal sehari-hari, ketika hasil jahitan tidak sesuai standar, maka tidak perlu dikirimkan dulu ke bagian QC untuk di reject, tapi disisi penjahit sudah harus sadar dan langsung diperbaiki, begitupun di bagian QC, jika produk tidak sesuai standar maka jangan diteruskan kebagian finishing. bagian finishing juga memiliki habit tersebut, sudah terbiasa dengan finishing berkualitas, tidak akan mengoper produk ke bagian final inspection jika tidak sesuai standar.

This is Habit ! bukan cuma acting,┬ámulai dari produk haifa itu sendiri, proses pembuatannya dan sumber daya manusianya dan seluruh team di rjh. Prinsip itu yang terus kami tumbuhkan disini, walaupun krew jahit bergonta-ganti. Itulah komitmen yang RJH pilih sejak awal dulu dan itulah janji yang harus kami berikan ke customer kami ­čÖé

Selain itu, jika kualitas itu sudah menjadi “kebiasaan”, sudah “mengalir” di dalam darah, sudah menjadi hal “biasa”, saya yakin akang meningkatkan “value” dari krew jahit itu sendiri :), sebuah modal yang sangat bernilai untuk diri mereka sendiri.

Semoga kami semua bisa terus konsisten, sabar, ikhlas… terus istiqamah menuju ridha Allah….

Tags: , , , ,

Leave a Reply

  • https://t.co/bPPq1aJWTH

  • dimasa kini, kancing tersedia dalam banyak ukuran dan bentuk serta terbuat dari banyak pilihan material...tapi... https://t.co/x37QiL8hos

  • https://t.co/9HL71yEM26 https://t.co/ZXM2huSTKn

  • https://t.co/sG5tV0O0X2

  • https://t.co/bTAvrezdqz

  • https://t.co/sXap4dkpxP

  • https://t.co/eS003feaDg

  • https://t.co/EB5NuXimgt

  • https://t.co/jtxQfaJVv9

  • https://t.co/8Z0LXvjMRk

  • https://t.co/tZ7DbbSSpD

  • https://t.co/tw5KOj5xlF

  • https://t.co/1Q9SsFj8Qf

  • https://t.co/Lc4ha9ShsB

  • https://t.co/tZ9Tg0Eazl

  • kalau di Haifa, minimal bahan yang dibutuhkan untuk membuat gamis A-line adalah 2.5 m x 1.5 m, kenapa ?? klik... https://t.co/iyO1GuH0ea

  • https://t.co/M2o3NqpZaP https://t.co/rXJEMJtnAn

  • https://t.co/s5X6aGeOLV

  • sudah 8 tahun berlalu.... ini lah mesin jahit awal rjh menerima order jahitan ^_^ Yamazaki... sudah 8 tahun... https://t.co/4s5QO9oMoM

  • https://t.co/qqxLDL9BdX