Safir : wanita sebagai motor penggerak ekonomi keluarga

mompreneur | Sunday February 22 2009 12:55 PM | Comments (6) Tags: , , ,

Pagi ini aku terima SMS broadcast dari Safir Senduk, isinya : “Kini sudah saatnya merubah wanita untuk tidak lagi menjadi obyek utama dari iklan barang dan jasa, tetapi menjadi motor penggerak ekonomi keluarga.”

Aku tidak akan membahas soal kata-kata “merubah” yang seharusnya kalau menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar itu harusnya “mengubah”, tetapi aku tertarik dengan intisari dari sms itu sendiri.

Memang kalau kita perhatikan, hampir semua iklan mejadikan wanita itu menjadi obyeknya, bahkan beberapa iklan justru merendahkan kaum wanita itu sendiri.

Sudah saatnya wanita terutama ibu rumah tangga menjadi motor penggerak ekonomi keluarga, menjadi wanita yang mandiri tapi tentu saja keluarga harus tetap nomor 1.  Jangan sampai bila terjadi musibah yang menimpa kepala keluarga atau suami yang menjadi satu-satunya tulang punggung ekonomi keluarga, seorang ibu menjadi tidak berdaya jika harus menanggung beban itu.

Untuk para ibu mungkin berbisnis dari rumah bisa menjadi salah satu jalan keluarnya. Bisnis apa ? ya itu sih terserah anda sendiri, tapi menurutku lebih baik bila bisnis yang kita jalani itu adalah bidang yang memang kita pahami atau hobi kita. Misalnya aku yang suka menjahit, mencoba “menjual” ketrampilanku itu, tidak harus muluk-muluk dulu setidaknya ketrampilan itu bisa berguna untuk keluarga kita dulu.

Bagaimana jika kita belum atau tidak punya ketrampilan yang bisa dijual ? coba ikutan kursus, banyak sekali tempat-tempat kursus yang bisa kita ikuti.

So, untuk para ibu, yuk kita cari dan tingkatkan terus ketrampilan kita. O iya, kalau mau mendapatkan SMS Broadcast soal keuangan/finansial dari Safir Senduk, ketik aja reg<spasi>safir, kirim ke 6876, tarifnya 2000 rupiah per sms.

salam

-susi-

Bekerja di Rumah, Why Not?

mompreneur | Saturday February 21 2009 12:28 AM | Comments (0) Tags: , , , ,

ini adalah artikel yang aku copas dari koran KOMPAS, lupa edisi tanggal berapa.

Bekerja di Rumah, Why Not?

Banyak di antara kita yang berhenti bekerja begitu memiliki Si Kecil. Sebagian besar teman Anda mungkin akan menyayangkan keputusan Anda. Namun, percaya lah, Anda tidak mengambil keputusan yang salah. Anda bisa merasakan betul bagaimana merawat anak, tidak membiarkannya tumbuh besar dalam pengaruh pembantu rumah tangga atau baby sitter-nya, dan mampu mendukung penuh aktivitasnya.

Namun ketika anak sudah mulai bisa ditinggal, Anda mulai merasa kangen dengan dunia kerja. Di lain pihak, anak yang makin besar juga membutuhkan lebih banyak biaya. Dalam situasi ini, Anda mulai berpikir-pikir untuk bekerja di rumah supaya tetap dapat mengawasi anak. Banyakkah pekerjaan yang ditawarkan? Cukupkah hasil yang diperoleh untuk membiayai kebutuhan, dan bagaimana supaya target pekerjaan terpenuhi?

Bidang Pekerjaan

1. Anda yang pernah bekerja di media atau periklanan mungkin tidak akan begitu kesulitan mencari pekerjaan lagi. Anda bisa menjadi copywriter dan desainer freelance, menjadi kontributor di berbagai majalah, editor buku di penerbit, atau mewujudkan impian sebagai penulis novel. Jika sudah memiliki networking, menjadi freelancer bahkan bisa lebih sibuk daripada menjadi karyawan tetap. Anda bisa mengatur sendiri jumlah pekerjaan yang ditawarkan.

2. Manfaatkan kemampuan berbahasa asing Anda dengan melamar sebagai penerjemah buku-buku di penerbit, atau penerjemah subtitle di film-film asing di televisi. Anda bisa mengambil kursus lebih dulu, lalu menjalani ujian sebagai penerjemah bersertifikasi agar dapat bergabung dengan biro penerjemah.


3. Memberikan kursus baca-tulis untuk anak TK (boleh percaya boleh tidak, murid TK pun sudah mengikuti kursus sekarang ini!).

4. Jika Anda terbiasa dengan pekerjaan administratif, Anda bisa menjadi document typist atau data entry typist.

5. Senang memasak atau membuat kue? Ambillah kursus untuk menguasai teknik membuat kue-kue atau makanan lain yang sedang ngetren seperti cupcakes atau cookies. Buat blog, dan pamerkan karya Anda di sana.

6. Menjadi independent sales untuk produk kosmetik, obat-obatan, asuransi, dan banyak lainnya.

7. Membangun bisnis baru, seperti membuka butik, toko penyedia hadiah, tempat persewaan peralatan bayi (ajak teman-teman untuk mengumpulkan peralatan bayi bekas Si Kecil dulu), konsultan untuk home decoration (Anda bisa mengikuti kursusnya), penyelenggara dan pembuat konsep seminar, MLM, dan lain sebagainya. Untuk bisnis, bidangnya sangat luas. Akan lebih baik jika Anda mampu mengembangkan bidang yang belum banyak dimanfaatkan orang lain.

8. Jika Anda ingin pekerjaan yang bersifat sosial, bergabunglah dengan yayasan atau LSM untuk menjadi sukarelawan.

Membagi Waktu dan Menyesuaikan diri

Nikmati peran Anda. Saat menjalani pekerjaan atau bisnis yang baru tentu membutuhkan cukup banyak waktu untuk menyesuaikan diri. Nikmati saja saat-saat ini, apalagi setelah Anda lama tidak menyentuh pekerjaan.

Tentukan tujuan dan target Anda dalam bekerja. Hal ini akan membimbing Anda untuk fokus pada pekerjaan, dan tidak tergoda untuk terus-menerus mengikuti ajakan teman untuk bersenang-senang, atau lebih banyak bermain dengan anak.

Buat jadual kerja, dan patuhi. Anda bisa beristirahat saat anak Anda pulang dari sekolah, dan kembali bekerja saat anak tidur siang.

Informasikan pada keluarga dan rekan-rekan. Ibu-ibu rumah tangga biasanya belum mampu menerima ide tentang bekerja di rumah. Bila pekerjaan Anda memiliki deadline, sampaikan kepada keluarga atau rekan yang lain bahwa saat ini Anda harus betul-betul bekerja. Atur pertemuan pada saat Anda tidak sedang bekerja.

Sabar dan tidak putus asa. Jika membangun bisnis baru, Anda membutuhkan cukup waktu hingga bisnis bisa berjalan dengan lancar. Bersabarlah mengenai hasil yang ingin dicapai, dan jangan putus asa bila menghadapi kegagalan.

Kunjungi butik online kami di www.haifagallery.com

Akhirnya punya label baju sendiri …

Tips menjahit | Friday February 20 2009 10:43 PM | Comments (36) Tags: ,

Akhirnya kesampaian juga keinginanku untuk memiliki label baju sendiri. Setelah cari-cari informasi tempat pembuatan label baju di internet (nggak nemu) akhirnya dateng langsung ke pasar tanah abang blok F. Ternyata disana banyak sekali toko yang bisa membuatkan label baju. Cukup kaget juga aku, ternyata minimal order itu harus 1000 lusin, bayangin deh 1000 lusin label baju……..
Setelah lihat-lihat model label baju yang ada disana, aku pilih desain yang minimalis dan simple saja (biar murah). Label baju yang aku buat adalah label yang untuk dipasang dikerah baju, dengan desain minimal akhirnya disepakati ongkos cetaknya Rp.750.000, dijanjikan selesai dalam waktu 1 minggu.
Waktu desain label, sempat bingung juga sih mau bikin seperti apa, setelah dipikir-pikir lagi, kan produk rumah jahit haifa tidak hanya pakaian saja, ada aksesoris seperti taplak, mukenah dll, akhirnya aku pilih label “Haifa  product” aja deh.

Setelah satu mingguan, label yang aku pesan telah selesai, ini dia labelnya :

Gambar dibawah adalah label baju yang telah aku aplikasikan kedalam produk bajuku (leher).

Sebenarnya kenapa sih aku ingin sekali membuat label baju, kalau dipikir-pikir 1000 lusin kapan habisnya kalau cuma untuk produksi rumahan yang bukan produksi massal, belum lagi harganya yang lumayan mahal ? nggak sayang emang ?
Dengan memiliki label sendiri, aku ingin agar orang lain tau/aware akan produk-produk yang aku buat dengan kata lain aku ingin membangun merk/brand sendiri.
Selain itu aku juga ingin menegaskan kalau semua produk baju yang aku jual adalah hasil produksi sendiri, jadi bukan pakaian jadi yang dibeli grosiran/kodian.
Dan yang lebih penting menurut yaitu aku jadi lebih semangat lagi untuk produksi, kenapa ? ya karena inget yang 750 ribu itu loh……jadi ingin buru-buru balik modal ….

Kunjungi toko online kami di www.haifagallery.com untuk melihat koleksi busana kami.

« Halaman SebelumnyaHalaman Selanjutnya »